Ringkasan
Dalam banyak diskusi, orang sering menganggap perbedaan pendapat berasal dari data yang berbeda.
Padahal, lebih sering penyebabnya adalah setiap orang menggunakan reference frame yang berbeda ketika melihat data yang sama.
Reference frame adalah sudut pandang yang digunakan untuk memahami suatu kondisi sebelum mengambil keputusan.
Semakin besar sebuah organisasi atau sistem, semakin penting menyelaraskan reference frame sebelum membahas solusi.
Apa Itu Reference Frame?
Reference frame adalah kerangka berpikir yang digunakan untuk memberi makna terhadap informasi.
Data yang sama dapat menghasilkan keputusan yang berbeda apabila dilihat dari reference frame yang berbeda.
Perbedaannya bukan terletak pada datanya, tetapi pada cara memaknainya.
Mengapa Ini Penting?
Bayangkan sebuah organisasi sedang membahas satu masalah.
Setiap orang membawa tanggung jawab yang berbeda.
Akibatnya, reference frame yang digunakan juga berbeda.
Sebagai contoh:
- Finance melihat biaya.
- Marketing melihat pertumbuhan.
- Sales melihat konversi.
- Engineer melihat implementasi.
- Architect melihat capability.
- Executive melihat value jangka panjang.
Tidak ada yang salah.
Masing-masing hanya sedang melihat sistem dari sisi yang berbeda.
Mental Model
Realitas
↓
Data
↓
Reference Frame
↓
Interpretasi
↓
Keputusan
Keputusan tidak muncul langsung dari data.
Keputusan muncul dari bagaimana data tersebut diinterpretasikan.
Mengapa Konflik Sering Terjadi?
Konflik sering kali muncul ketika dua orang membahas solusi tanpa menyadari bahwa mereka menggunakan reference frame yang berbeda.
Misalnya seseorang berbicara mengenai biaya, sementara yang lain sedang membahas value.
Keduanya sama-sama benar.
Namun mereka sebenarnya sedang menjawab pertanyaan yang berbeda.
Sebelum Membahas Solusi
Sebelum mulai mencari solusi, ada baiknya menyepakati beberapa hal.
- Masalah apa yang sedang dibahas?
- Dari sudut pandang siapa masalah tersebut dilihat?
- Keputusan apa yang ingin diambil?
- Siapa pengguna utama keputusan tersebut?
- Apakah seluruh peserta diskusi menggunakan definisi yang sama?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering kali lebih berharga daripada langsung membahas implementasi.
Checklist
Jika sebuah diskusi terasa berputar-putar, cobalah memeriksa hal berikut.
- Apakah semua orang membahas masalah yang sama?
- Apakah reference frame sudah disepakati?
- Apakah setiap istilah memiliki makna yang sama?
- Apakah keputusan yang ingin dihasilkan sudah jelas?
- Apakah perbedaan pendapat sebenarnya berasal dari data atau dari cara memandang data tersebut?
Penutup
Reference frame bukan bertujuan membuat semua orang memiliki sudut pandang yang sama.
Sebaliknya, reference frame membantu semua pihak memahami mengapa sudut pandang yang berbeda dapat menghasilkan keputusan yang berbeda pula.
Semakin kompleks sebuah sistem, semakin penting menyepakati reference frame sebelum menyusun solusi.
Karena keputusan yang baik bukan hanya membutuhkan data yang benar, tetapi juga cara pandang yang tepat terhadap data tersebut.