Ringkasan
Sebagian besar framework goal setting dimulai dengan pertanyaan:
βApa targetnya?β
Saya justru lebih tertarik dengan pertanyaan sebelumnya.
βSistem ini sedang berada di tahap perkembangan yang mana?β
Saya menyebut lapisan ini sebagai Development Reality.
Pertanyaan ini lahir dari Systems Thinking β memahami bahwa setiap organisasi adalah sistem yang memiliki tahap perkembangan, feedback loops, dan time delays yang berbeda. Dalam konteks Decision Intelligence, memahami kondisi nyata sistem sebelum menetapkan target adalah langkah pertama yang sering terlewat.
Semua Sistem Mengalami Pertumbuhan
Kita menerima bahwa manusia berkembang melalui tahapan.
Pemula berbeda dengan ahli.
Tim baru berbeda dengan tim yang telah bekerja bersama selama bertahun-tahun.
Organisasi kecil berbeda dengan organisasi yang telah memiliki proses yang matang.
Namun ketika menentukan target, perbedaan tahap perkembangan ini sering diabaikan.
Mengapa Benchmark Sering Gagal?
Benchmark hanya menunjukkan hasil yang pernah dicapai pihak lain.
Yang tidak terlihat adalah perjalanan yang mereka tempuh.
Kemampuan.
Budaya.
Proses.
Kualitas data.
Pengalaman.
Ketika hanya mengambil hasil akhirnya, kita kehilangan konteks yang membuat hasil tersebut mungkin dicapai.
Development Reality
Development Reality membantu menjawab pertanyaan seperti:
- Capability apa yang sudah dimiliki?
- Capability apa yang masih lemah?
- Hambatan terbesar saat ini apa?
- Tahap perkembangan berikutnya apa yang paling realistis?
Pertanyaan tersebut lebih penting daripada langsung menentukan target.
Capability Selalu Kontekstual
Capability yang perlu dibangun pada organisasi baru tentu berbeda dengan organisasi yang telah matang.
Karena itu tidak ada roadmap yang benar-benar universal.
Yang ada adalah memahami kondisi saat ini, kemudian menentukan langkah perkembangan berikutnya.
Penutup
Target tanpa Development Reality sering berubah menjadi harapan.
Sebaliknya, target yang dibangun di atas pemahaman terhadap tahap perkembangan memiliki peluang jauh lebih besar untuk dicapai.
Karena setiap sistem bertumbuh melalui tahapan, bukan lompatan.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Observation Before Interpretation dan metodologi Observe β Analyze β Synthesize β Decide. Baca juga Capability Dibangun Sebelum Dibutuhkan untuk memahami urgensi membangun kemampuan sebelum target ditetapkan.