Notes Topics Projects Statistik Now About
Field Note #123

Development Reality: Lapisan yang Hilang dalam Goal Setting

Sebelum menentukan goal, organisasi perlu memahami tahap perkembangannya. Development Reality membantu menyelaraskan target dengan kondisi nyata sehingga capability dapat dibangun secara bertahap.

Development Reality: Lapisan yang Hilang dalam Goal Setting

Ringkasan

Sebagian besar diskusi mengenai goal selalu dimulai dengan pertanyaan:

“Apa target yang ingin dicapai?”

SMART, OKR, KPI, bahkan AI membantu menjawab pertanyaan tersebut dengan sangat baik. Namun ada satu pertanyaan yang jauh lebih mendasar dan justru jarang diajukan.

“Kita sedang berada di tahap perkembangan yang mana?”

Pertanyaan inilah yang saya sebut sebagai Development Reality.

Sebelum menentukan target, kita perlu memahami kondisi nyata sistem yang sedang berkembang—baik itu individu, organisasi, maupun keluarga.

Konsep ini berakar dari Systems Thinking — melihat organisasi sebagai sistem yang memiliki tahapan pertumbuhan. Dalam praktik Decision Intelligence, memahami realitas perkembangan adalah prasyarat sebelum menentukan target yang realistis.


Mengapa Goal Sering Tidak Tepat?

Dalam praktik, banyak organisasi langsung melompat dari visi menuju target.

Vision
    ↓
Target

Padahal ada lapisan yang hilang di antaranya.

Vision
    ↓
Development Reality
    ↓
Capability Building
    ↓
Target

Tanpa memahami Development Reality, target mudah berubah menjadi angka yang menarik tetapi sulit diwujudkan.


Apa Itu Development Reality?

Development Reality adalah proses memahami tingkat kematangan sistem saat ini.

Bukan sekadar mengetahui kondisi hari ini, tetapi memahami:

  • kemampuan apa yang sudah dimiliki,
  • kemampuan apa yang belum berkembang,
  • constraint apa yang harus diterima,
  • dan tahap perkembangan berikutnya yang paling realistis.

Development Reality tidak bertanya:

“Target kita berapa?”

Melainkan bertanya:

“Sistem kita sudah siap sampai sejauh mana?”


Benchmark Tidak Selalu Menjadi Target

AI dan berbagai referensi industri mampu memberikan benchmark dengan cepat.

Misalnya:

Conversion rate industri edukasi sekitar 5%.

Angka tersebut bisa menjadi referensi yang baik.

Namun angka tersebut tidak otomatis menjadi target organisasi.

Karena organisasi yang berhasil mencapai angka tersebut mungkin memiliki:

  • brand yang kuat,
  • kualitas traffic yang tinggi,
  • proses nurturing yang matang,
  • data yang lengkap,
  • serta budaya continuous improvement.

Yang terlihat hanyalah hasil akhirnya.

Yang tidak terlihat adalah proses perkembangan yang menghasilkan hasil tersebut.


Capability Datang Sebelum Target

Development Reality mengubah cara berpikir.

Daripada bertanya:

“Bagaimana mencapai target?”

Pertanyaan berubah menjadi:

“Capability apa yang harus dibangun agar target tersebut menjadi mungkin?”

Misalnya sebuah organisasi ingin meningkatkan kualitas keputusan.

Targetnya mungkin sederhana.

Namun capability yang perlu dibangun bisa jauh lebih kompleks.

  • observability,
  • kualitas data,
  • ownership,
  • analytical thinking,
  • komunikasi lintas tim,
  • proses evaluasi.

Ketika capability berkembang, target menjadi konsekuensi yang lebih alami.


Berlaku untuk Banyak Domain

Organisasi

Dua perusahaan dapat memiliki target yang sama, tetapi tingkat kematangannya berbeda.

Perusahaan yang masih membangun fondasi tidak dapat diperlakukan sama dengan perusahaan yang sudah memiliki sistem yang matang.


Individu

Seseorang ingin menjadi software architect.

Pertanyaannya bukan hanya:

“Berapa tahun targetnya?”

Tetapi:

  • kemampuan apa yang sudah dimiliki?
  • kemampuan apa yang perlu dibangun?
  • pengalaman apa yang belum dimiliki?

Pembelajaran

Mahasiswa ingin lulus dengan hasil terbaik.

Namun Development Reality mengingatkan bahwa belajar adalah proses bertahap.

Memahami fondasi jauh lebih penting daripada mengejar nilai semata.


Pertumbuhan Sistem

Setiap sistem — organisasi, tim, maupun individu — melalui fase pertumbuhan yang berbeda.

Tidak ada sistem yang langsung matang tanpa melalui proses belajar, eksperimen, dan adaptasi.

Pertumbuhan berarti memahami bahwa capability hari ini belum tentu sama dengan capability esok hari — dan target yang ditetapkan harus mencerminkan realitas tersebut.


Development Reality Sebagai Fondasi Goal

Framework sederhana ini dapat digunakan di berbagai konteks.

  1. Intent
    Perubahan apa yang ingin dicapai?

  2. Development Reality
    Sistem berada di tahap perkembangan yang mana?

  3. Capability Building
    Kemampuan apa yang harus dibangun?

  4. Experiment
    Intervensi kecil apa yang akan dilakukan?

  5. Outcome & Learning
    Apa yang berubah dan apa yang dipelajari?

Framework ini tidak menggantikan SMART atau OKR.

Justru ia melengkapinya.

SMART membantu membuat target menjadi jelas.

Development Reality membantu memastikan target tersebut memiliki pijakan yang realistis.

Prinsip Make It Observable First juga relevan: sebelum menetapkan target, pastikan kita memiliki data yang cukup untuk memahami kondisi sistem saat ini. Baca juga Output Bukan Outcome dan Goal Bukan Target untuk melengkapi pemahaman tentang goal setting berbasis capability.


Checklist

Sebelum menentukan goal, tanyakan:

  • Apakah kita memahami kondisi sistem saat ini?
  • Tahap perkembangan apa yang sedang kita alami?
  • Capability apa yang paling perlu dibangun?
  • Constraint apa yang tidak bisa dihilangkan?
  • Apakah target ini sesuai dengan maturity organisasi?
  • Bagaimana kita mengetahui bahwa sistem benar-benar berkembang?

Penutup

Banyak framework mengajarkan cara membuat goal yang baik.

Namun sedikit yang mengajarkan cara memahami kondisi perkembangan sebelum menetapkan goal.

Development Reality mengingatkan bahwa setiap sistem memiliki fase pertumbuhan yang berbeda.

Target yang baik bukanlah target yang paling tinggi.

Target yang baik adalah target yang dibangun di atas pemahaman terhadap kondisi nyata, capability yang sedang berkembang, dan proses belajar yang berkelanjutan.

Karena pada akhirnya, sistem tidak berkembang karena memiliki target yang lebih besar.

Sistem berkembang karena mengetahui di mana posisinya hari ini, lalu membangun kemampuan untuk mencapai tahap berikutnya.

Recommended Learning Path

↓ Development Reality: Lapisan yang Hilang dalam Goal Setting (Current)

Other Series You Might Like